Saturday, September 18, 2010

My Ramadhan Story

Assalamu’alaikum.

Karena ada yang bertanya gimana suasana Ramadhan di masjidku, aku tulis di sini deh. Biar telat, asal nulis :D

Sebelum Ramadhan ada yang namanya pengajian menjelang Ramadhan. Lalu hari berikutnya sudah mulai sholat taraweh. Sholat taraweh di masjidku biasanya 2x 4 rakaat dilanjutkan witir 3 rakaat. Nah kemaren pernah sekali imamnya sholat taraweh tiap 2 rakaat salam. Jamaahnya malah kaget. Masalahnya ga dibilangin dulu. Hehe. Setelah taraweh ada tadarus Al-qur’an. Dari kelompok anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak ada. Lengkap kan? Biasanya setelah taraweh ngobrol-ngobrol dulu ma temen-temen. Mana ada yang nyedian minum dan snack, jadi makin betah ngobrolnya. Haha. Nah momen momen kayak gini yang bakalan bikin kangen banget sama suasana masjid.

Lalu untuk momen Nuzulul Qur’an ada pengajiannya juga dan lomba untuk anak-anak TPQ se Pajang Utara. Dari lomba hafalan juz amma, tartil, dll.

Lomba ketrampilan

Lomba mewarnai

Lomba Sholat Berjamaah

Then, malam Idul Fitri aku ikutan takbir keliling nemenin adek-adek TPQ yang ikutan lomba takbir. Ada yang menarik ni kemaren. Yang pertama, ketika lagi jalan di samping adek-adek cowok. Tiba-tiba salah satu adek bilang, “mbak, tak kasih permen”. Aku kira Cuma bungkus permen, ternyata masih ada isinya. Ahhh, so sweet. Ada anak kecil ngasih aku permen. Lalu adek sampingnya ikutan, “mbak, tak kasih juga”, sambil memberi beberapa permen. Yak, aku mulai curiga, permen mint yang sama dikasih ke aku. Jangan-jangan pada ga doyan. Ah, tapi tetep so sweet. *menyenangkan diri sendiri*.

Kejadian kedua lebih sweet dan lucu. Pas lagi jalan di samping anak kecil yang digandeng ibunya, tiba-tiba tangan si adek gandeng tangan kananku dengan erat. Well, it’s weird, but sweet.

Salah satu “tersangka” yang ngasih permen

Pas hari Idul Fitri di Masjidku juga ngadain sholat Idul Fitri di jalan depannya. Tapi kalau aku sih biasanya sholat di lapangan korem depan Solo Square. Udah dari dulu ke sana, bahkan sebelum masjidnya berdiri.

Setelah sholat, sekitar jam 9, ada halal bi halal buat jamaah masjid. Jadi ga usah repot-repot keliling dari satu rumah ke rumah lain. Acaranya sederhana dan ringkas, karena intinya bisa berkumpul dan bermaaf-maaf an itu.

Remaja putri

Ki-ka: mbak siseh, kakak, me

Ya begitulah suasana Ramadhan di Masjid Nurusy-Syifa’. Masjid deket rumah yang alhamdulillah dibangun sejak SD (kelas berapa lupa). Ga bisa bayangin kalau ga ada masjid itu. Seperti apa diriku sekarang. Karena dari masjid itu aku banyak belajar tentang agama, banyak dapet teman baru juga. :)

Anyway, ngomongin bulan puasa jadi inget sama buka puasa. And here’s some my break fasting picture.

Sama temen-temen kampus di rumah Dinavita

Sama temen-temen KEI di rumah Adhi.

Sama temen-temen SD di Ayam Resto

Lalu lanjut ke depan SD Kleco 2. (tunggu cerita lengkapnya :D)

Sama temen-temen E-gen SMA di rumah ayu a.k.a pip

Flaydela

So, how’s you ramadhan story?

Wassalamu’alaikum

Friday, September 10, 2010

Eid Mubarak :)

Gambar dari sini

Assalamu’alaikum

Selamat Idul Fitri 1431 H buat teman2 semua. Taqabalallahu minna wa minkum (instead saying “minal aidin wal faidzin” hayo artinya apa?). Mohon maaf lahir batin atas segala tingkah, prasangka, ucapan baik langsung maupun lewat dunia maya yang kurang berkenan.

Ya, mulut saya sering mengucapkan hal yang menyinggung perasaan anda,

Tulisan saya tak berkenan di hati anda,

Tingkah laku saya ternyata menyakiti anda,

Janji saya kadang tak terpenuhi,

Mata sering salah melihat,

Telinga salah mendengar,

Bercanda yang keterlaluan,

Atas segala khilaf selama ini, saya, Dewi Utari, sekali lagi mohon maaf setulusnya kepada teman-teman semua.

Eid Mubarak :)

Wassalamu’alaikum



Thursday, September 9, 2010

1st PSM

Assalamu’alaikum.

Whooo, I miss blogging so much... Really want to share some movies I’ve watched and others stuff but I don’t have enough time to write things down. Anyway, Ied day is 2 more day. Hmm, tomorrow exactly, since it’s already Wednesday. Haha. What do u prepare for that big day? New clothes? New shoes? New skirts? Hmm, nothing wrong with that. But I do hope that we all really mean this big day as a BIG DAY. As a day when we’re really reborn to be a better person, inside and out. As a day when we’re truly apologize to anybody and to God.

Well, I think we all are gonna miss Ramadhan so much..

Anyway, I want to put this picture in my blog. Taken when the first PSM (Praktek Simulasi Manajerial) lecture was held.

Ki-ka : Retna, Melisa, Me, Fia, Sita

Time is up. Get some rest.

Wassalamu’alaikum.

Wednesday, September 1, 2010

Be Grateful

Assalamu’alaikum.

Apa kabar puasamu teman-teman? Wah, ga kerasa sudah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Maksimalkan ibadah yukk...

Anyway, hidup di Solo makin panas aja. Apalagi pas siang hari. Wuidih.. panasnya ngepooollll..... Seperti siang kemaren. Aku pulang dari kampus sekitar jam 1. Perjalanan dari kampus ke rumah sekitar 15-30 menit. Ya itu tergantung kecepatan naik motor dan lampu merah. Nah, di teriknya langit Solo waktu itu, apalagi pas puasa, rasanya pengen banget cepet sampai ke rumah. Di tengah perjalanan, aku melihat seorang yang berjalan di pinggir jalan raya yang kulalui. Tapi orang itu tak berjalan seperti kita -yang memiliki dua kaki- berjalan. Kaki orang tersebut sebatas sampai paha. Dia berjalan menggunakan tangannya. Ya, dia berjalan menggunakan tangannya di siang hari yang sangat panas. Di panasnya aspal jalan raya. Untuk mengurangi rasa panas itu dia mengenakan sandal tersebut di tangannya. Bukan di kaki seperti kita. Sambil berjalan dia mengenakan tas ransel di punggungnya. Lelaki itu, siang itu, pemandangan yang kulihat sekilas itu, sungguh seperti sindiran kepadaku. Seperti tamparan untukku.

Malam hari seusai berbuka, aku keluar untuk fotokopi beberapa dokumen untuk melengkapi surat lamaran untuk mata kuliah PSM (Praktek Simulasi Manajerial). Pas keluar rumah sih cuaca sangat bersahabat, eh setelah nyampe di fotokopian langsung hujan deres, padahal ga bawa mantol. Alhasil sambil nunggu fotokopi usai, aku berdoa (hmm, lebay ya) agar hujan segera mereda lalu aku bisa pulang dan mengikuti sholat taraweh di masjid. Akhirnya hujan agak reda. Aku pun pulang. Pas mau nyampe rumah, hujan turun dengan deras lagi. Padahal posisinya naek motor tanpa mantol dan membawa kertas-kertas pula, yang untungnya sudah dimasukkan ke plastik. Kondisi seperti ini membuat pikiran negatif dan pengen marah. Lalu, sekali lagi, aku melihat seorang yang berjalan di pinngir jalan. Bukan lelaki tadi siang yang aku lihat. Kali ini seorang ibu paruh baya. Ibu itu penjual sate keliling yang aku lihat ketika berangkat fotokopi. Dengan punggung membawa gendongan tempat yang berisi jualannya, tangan menjinjing barang yang lain, Ibu itu tetap berjalan dengan menggunakan plastik seadanya untuk menutupi kepala dan jualannya.

Sekali lagi, pemandangan sekilas ini sungguh seperti sindiran untukku, seperti tamparan untukku.

Ya Rabb, barangkali aku kurang bersyukur atas segala nikmat-Mu hingga Kau tampakkan orang-orang tadi dihadapanku. Barangkali aku lupa bersyukur atas kelengkapan jasmani dibanding saudara-saudaraku yang lain. Bimbing hamba ya Rabb, untuk selalu menjadi hambaMu yang bersyukur atas segala nikmat, atas segala peristiwa.

Mendadak teringat quote ini:

“I was complaining that I have no shoes until I met a man who have no feet”.

Well, happy September.

Wassalamu’alaikum