Sunday, April 17, 2011

Their Journey

Assalamu’alaikum.

Mau berbagi gambar kucing saya ni. Snowy, Kenzi, Pooh. Ah ya, mereka kira-kira berumur 2 tahun. Kenapa kira-kira? Karena saya lupa tanggal lahirnya, huhuhu, majikan yang kejam saya..

Anyway, buat saya, mereka itu seperti adek-adek saya sendiri. Kalau mereka mau makan dan ngikutin saya terus biar dikasih makan, lalu setelah dikasih makan mereka makan dengan cepatnya, saya ikutan seneng. Kalau mereka sakit, saya ikutan sedih. Menghibur dan mendoakan biar cepat sembuh, tapi nggak ngasih obat atau bawa ke dokter hewan. :D

Di antara ketiga kucing ini, saya paling seneng sama snowy. Karena kalau dipikir-pikir kami banyak memiliki kesamaan. Snowy ini kucing saya yang paling betah di rumah. Yang lain udah pergi maen kemana-mana sampai kadang nggak pulang pas jatah makan, Snowy selalu ada ketika jam makan itu tiba. Poin pertama, snowy suka makan.

Si Snowy ini juga kucing yang suka tidur. Emang sih, kebanyakan hidup kucing tuh cuma dihabisin buat tidur, tapi ini sepertinya kelewatan. Pagi setelah makan pas saya tinggal berangkat ke kampus dia udah mulai tidur. Sore pas saya pulang, dia masih tidur juga. Poin kedua, snowy suka tidur.

See? Dia mirip saya kan? Memang benar kata orang kalau tingkah hewan peliharaan itu cenderung sama dengan majikannya.

Sudah ah bahas Snowy, pada akhirnya saya tetep sayang semuanya kok :)

Masa Kanak-kanak

Masa Remaja

Masa Dewasa

Kenzi

Snowy

Pooh

Wassalamu’alaikum.

Tuesday, April 12, 2011

Weekend

Sabtu, 9 April 2011 – Nikahan mbak Anis

Minggu, 10 April 2011 – Sarapan nasi Liwet Mbah Dasi with friends.

Friday, April 8, 2011

Guess What?

Pagi-pagi dapet sms tebakan ini dari Dewi Lis. Dan saya nggak bisa jawab, haha. Monggo giliran kalian yang jawab...

Pic source

Siapa aku?

Pagi-pagi aku ada 2.

Siang aku cuma ada 1.

Kalau malam, aku nggak ada.

Aku ada di ujung api dan di tengah-tengah air.

Aku punya kepala tapi tak punya leher.

Kalau sudah besar dan panjang kepalaku hilang.

Tanpa aku, dunia dan cinta takkan pernah ada.

Siapakah aku??

Thursday, April 7, 2011

Family Trip: Grojogan Sewu Waterfall

Assalamu’alaikum. haloo, it’s good to be back (to the internet) setelah hampir seminggu internet mati karena kena petir. No kidding.
Setelah bisa berinternet ria kembali, saya memutuskan untuk menghapus beberapa postingan terdahulu di blog saya. Layaknya baju yang ada di lemari, suatu saat kita harus memutuskan apakah baju tersebut layak dan pantas kita pakai lagi atau harus disingkirkan. Itu juga yang saya pikirkan waktu menghapus (yang ternyata banyak juga) postingan-postingan lalu.
Dan layaknya hidup, ngeblog juga merupakan perjalanan pikiran si empunya blog. Ternyata postingan jadul saya banyak yang kacau. Dari yang terlalu singkat dan ga penting, terlalu personal, dan menurut saya saat ini postingan itu “tidak pantas dan tidak seharusnya” nangkring di sini. Walau sampai sekarang saya masih sering ngepost ga jelas, paling ga saya sedikit lebih dewasa (cieehh) dalam memilih apa yang bisa saya tulis dan share di blog ini maupun yang enggak.
Jangan kaget kalau suatu saat saya bakal menghapus postingan yang bisa kamu baca sekarang, hehehe.
Well, mari ganti topik. Akhirnya di suatu minggu di bulan maret kemaren saya sekeluarga pergi ke Tawangmangu, sebuah Kecamatan si Jawa Tengah yang terletak di lereng Gunung Lawu. Tujuan kami kesana tak lain dan tak bukan adalah untuk melihat air terjun Grojogan Sewu. Saya kasih tau deh, tapi janji jangan diketawain lho ya... jadi ini kali pertama saya pergi kesana. Iya, saya doank. Bapak, Ibu, Kakak semuanya udah pernah :(
Perjalanan sekitar 1 jam lebih dari Solo. Sesampainya di sana, kita harus beli tiket dulu yang kalau ga salah @Rp 6.000. Habis beli tiket jangan harap langsung bisa lihat air terjunnya, kita harus jalan ke bawah melewati banyak anak tangga sambil sesekali deg-deg an kalau kera-kera yang memang dibiarkan lepas itu tiba-tiba muncul di hadapan kita.
Finally, this is it...
Air terjun yang tingginya sekitar 80 m
The animal planet :D
Ada sungainya juga lho
Sebaiknya kalau mau ke sini persiapkan fisik alias sarapan dulu karena lumayan menguras fisik, apalagi pas naiknya. Kemudian pakailah sandal/sepatu yang nyaman dipakai.
Jalan pulang
Pantes capek bener...
 
Sebelum pintu keluar, kita akan bertemu dengan bapak penjual minuman yang berkaki satu ini. Bahkan beliau pun tetap berjuang dengan keadaannya, begitu pula dengan kita. Tetap semangattt!
Note: pas sering hujan gini, bawalah jaket dan hati-hati aja terpeleset karena tangganya licin. Dan simpan makanan yang kamu bawa atau aksesoris lain yang dapat menarik si kera datang.

Wassalamu’alaikum.