Friday, April 8, 2011

Guess What?

Pagi-pagi dapet sms tebakan ini dari Dewi Lis. Dan saya nggak bisa jawab, haha. Monggo giliran kalian yang jawab...

Pic source

Siapa aku?

Pagi-pagi aku ada 2.

Siang aku cuma ada 1.

Kalau malam, aku nggak ada.

Aku ada di ujung api dan di tengah-tengah air.

Aku punya kepala tapi tak punya leher.

Kalau sudah besar dan panjang kepalaku hilang.

Tanpa aku, dunia dan cinta takkan pernah ada.

Siapakah aku??

Thursday, April 7, 2011

Family Trip: Grojogan Sewu Waterfall

Assalamu’alaikum. haloo, it’s good to be back (to the internet) setelah hampir seminggu internet mati karena kena petir. No kidding.
Setelah bisa berinternet ria kembali, saya memutuskan untuk menghapus beberapa postingan terdahulu di blog saya. Layaknya baju yang ada di lemari, suatu saat kita harus memutuskan apakah baju tersebut layak dan pantas kita pakai lagi atau harus disingkirkan. Itu juga yang saya pikirkan waktu menghapus (yang ternyata banyak juga) postingan-postingan lalu.
Dan layaknya hidup, ngeblog juga merupakan perjalanan pikiran si empunya blog. Ternyata postingan jadul saya banyak yang kacau. Dari yang terlalu singkat dan ga penting, terlalu personal, dan menurut saya saat ini postingan itu “tidak pantas dan tidak seharusnya” nangkring di sini. Walau sampai sekarang saya masih sering ngepost ga jelas, paling ga saya sedikit lebih dewasa (cieehh) dalam memilih apa yang bisa saya tulis dan share di blog ini maupun yang enggak.
Jangan kaget kalau suatu saat saya bakal menghapus postingan yang bisa kamu baca sekarang, hehehe.
Well, mari ganti topik. Akhirnya di suatu minggu di bulan maret kemaren saya sekeluarga pergi ke Tawangmangu, sebuah Kecamatan si Jawa Tengah yang terletak di lereng Gunung Lawu. Tujuan kami kesana tak lain dan tak bukan adalah untuk melihat air terjun Grojogan Sewu. Saya kasih tau deh, tapi janji jangan diketawain lho ya... jadi ini kali pertama saya pergi kesana. Iya, saya doank. Bapak, Ibu, Kakak semuanya udah pernah :(
Perjalanan sekitar 1 jam lebih dari Solo. Sesampainya di sana, kita harus beli tiket dulu yang kalau ga salah @Rp 6.000. Habis beli tiket jangan harap langsung bisa lihat air terjunnya, kita harus jalan ke bawah melewati banyak anak tangga sambil sesekali deg-deg an kalau kera-kera yang memang dibiarkan lepas itu tiba-tiba muncul di hadapan kita.
Finally, this is it...
Air terjun yang tingginya sekitar 80 m
The animal planet :D
Ada sungainya juga lho
Sebaiknya kalau mau ke sini persiapkan fisik alias sarapan dulu karena lumayan menguras fisik, apalagi pas naiknya. Kemudian pakailah sandal/sepatu yang nyaman dipakai.
Jalan pulang
Pantes capek bener...
 
Sebelum pintu keluar, kita akan bertemu dengan bapak penjual minuman yang berkaki satu ini. Bahkan beliau pun tetap berjuang dengan keadaannya, begitu pula dengan kita. Tetap semangattt!
Note: pas sering hujan gini, bawalah jaket dan hati-hati aja terpeleset karena tangganya licin. Dan simpan makanan yang kamu bawa atau aksesoris lain yang dapat menarik si kera datang.

Wassalamu’alaikum.

Thursday, March 31, 2011

We Could Be In Love

We Could Be In Love


Be still, my heart
Lately its mind is on its own
It would go far and wide
Just to be near you

Even the stars
Shine of it bright I've noticed
When you're close to me

Still it remains a mystery

Anyone who's seen us
Knows what's going on between us
It doesn't take a genius
To read between the lines
And it's not just wishful thinking
Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love

I ask myself why
I sleep like a baby through the night
Maybe it helps to know
You'll be there tomorrow

Don't open my eyes
I wake from the spell I'm under
Makes me wonder how

Tell me how I could live without you now

And what about the laughter
The happy ever after
Like voices of sweet angels
Calling out our names
And it's not just wishful thinking
Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love

Bridge:
All my life I have dreamed of this
But I could not see your face

Don't ask why two such distant stars
Can fall right into place

Anyone who's seen us
Knows what's going on between us
It doesn't take a genius
To read between the lines
And it's not just wishful thinking
Or only me who's dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love

Oh, it doesn't take a genius
To know what these are symptoms of
We could be...
We could be...
We could be in love
We could be in love

*Aih.. lagi seneng ma lagu ini... so sweet dan cocok buat.. pengantar tidur, hehe ga dink*

Wednesday, March 30, 2011

Earth and March

Pic from here

Maret sepertinya jadi bulan yang paling cinta bumi. Tanggal 22 maret ada yang namanya hari air sedunia. Waktu itu di twitter orang lagi rame-ramenya pake hastag #worldwaterday. Menurut wikipedia, Hari Air Sedunia adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Lalu tanggal 26 maret kemaren pada ngrayain yang namanya earth hour. Earth hour diadakan tiap hari sabtu pekan terakhir di bulan maret. Awalnya program ini hanya diadakan di Australia, semakin tahun makin banyak negara yang ikut bergabung. I’m sure you’re one of it.

Pic from here

Apakah saya berpartisipasi tahun ini? Jawabannya adalah tidak. Waktu itu saya lagi ada rapat di masjid *sok alim, ehem*.

Dan inilah beberapa foto dari dailymail.co.uk tentang perayaan earth hour di berbagai negara.

Di Athena. Love this pic.

Di Jakarta

Adanya apresiasi terhadap hari air dan earth hour yang semakin meningkat membuat saya yakin kalau makin banyak aja orang yang masih care dengan bumi. Dulu, zaman isu global warming belum marak, saya termasuk orang yang agak sebel kalau ada tambahan tanaman baru di rumah, ga peduli akan bahaya kantong plastik atau butuh berapa lama satu plastik itu harus terurai, ngeprint berlembar-lembar lirik lagu pakai kertas baru, dll. Sekitar 2 tahun belakangan, setelah banyak membaca bahwa our beloved earth is in big danger, saya mulai mengurangi kebiasaan jelek saya. Tiap kali ibu bawa tanaman baru, saya seneng. Tiap mau ngeprint selain tugas kuliah, mending pakai kertas bekas saja. Kalau mau belanja bulanan, bawa tas kain sendiri. Walau masih sering pas di kasir ditanyain lagi, “beneran pakai ini mbak?”. Memilih jalan kaki untuk beli gado-gado di warung deket rumah. Beli barang dalam ukuran besar sekalian. Dan tentu.. lebih hemat listrik.

Walaupun, kadang saya khilaf lagi tapi paling nggak saya mencoba :D

Anyway, saya suka dengan ide earth hour. Sangat suka. Apalagi kabarnya earth hour tahun ini menghemat sampai 600MW di Jawa dan Bali. Tapi, bakalan lebih baik lagi kalau kita mematikan lampu nggak hanya sejam, setahun sekali. Do as much as you can. Dan cabut kabel dari stop kontaknya juga.

Ngomong-ngomong, saya jadi tahu hal-hal beginian kebanyakan dari majalah. Malah sempet beli buku tentang “go green” juga. Dan kepikiran buat ikut organisasi lingkungan juga. Tapi akhirnya ga jadi.

Ceritanya, pas saya sama temen saya *anak pecinta alam* lagi ke mall, ada mbak yang ngedeketin kami. Cerita dengan menggebu tentang keadaan bumi sambil pakai kaos organisasi pecinta lingkungan yang terkenal itu. Waktu itu dipikiran saya, “wow, mbaknya keren. Nggak malu ngomong beginian di mall dengan banyak mata memandang aneh”. Tibalah saat si mbak nawarin kami buat ikut gabung organisasinya. Dengan semangat 45 kami akan mengisi formulir yang dikasih. Kami baca, lalu.... kami kembalikan formulir itu. karena eh karena, kita disuruh ngisi nomor rekening juga di mana kita harus bayar sekian untuk gabung tu organisasi. Well, karena kami mahasiswa yang cukupan *cukup buat jajan di belakang kampus sama fotocopy* akhirnya kami ga jadi ikut. Toh kecintaan kita sama bumi ga harus ditunjukkan dengan gabung di organisasi seperti itu. hehe... bilang aja kagak punya duit.

Cukup sekian deh cuap-cuap saya. Sebelum kita tutup saya inget dulu pernah baca yang kurang lebihnya seperti ini *entah hadist atau bukan saya lupa, somebody, do u know about it?*

“Cintailah apa yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu”