Sebelumnya, I’d like to say sorry for my tweets yesterday. I’m a little bit chaos. Surprised by some things and some people. Rasanya pengen marah. Banget. Bingung ngatur waktu pas siang hari (karena kebanyakan hal bisanya dilakukan di siang hari). Hey, i’m not an amoeba, I can’t divide myself into to or more.
Tapi setelah merilekskan diri sendiri dan mendapat sms dari teman yang berkata, “sabar, hidup dibawa nyantai aja”, feel better. Ah ya, mending ngeblog aja daripada mikirin yang bikin emosi, hahaha.
Anyway, postingan ini bakalan jadi postingan ga penting banget. Tapi ga apa-apa sekali-kali ga jelas (emang pernah jelas?).
Tes kepedean. Jalan-jalan ke mal pake tas ransel pink. Yes, I did it. Like a lost child
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”(HR. Muslim)
Dalam riwayat Bukhori :”Meninggalkan makan minum dan syahwat karena Aku puasa itu untuk-Ku. dan Aku yang akan membalasnya. kebaikan dibalas dgn sepuluh kali lipat.”
Yuk buruan puasa syawal, mumpung masih ada waktu sampai sabtu depan (kalau ga salah lihat tanggalan).
Btw, bye September. It sad knowing the fact that I was failed to accomplish my target in this month. Ah, but keep spirit!!
Beberapa bulan lalu ketika bisa ketemu sama temen-temen SMA, lalu SMP, aku hanya berpikir, “well, what next? Elementary?” and yessss, akhirnya aku bisa ketemuan sama temen-temen SD.Kalau dulu bilang bisa ketemu teman SMP setelah 7 tahun ga ketemu, ni lebih sangar. 10 tahun ga kontak akhirnya bisa kumpul.
Awalnya ada ide dari satu teman. Lalu bertemulah kami di satu tempat makan di daerah Klodran untuk buka bersama sekalian reunian. Excited? Of course.
Karena tempatnya ada yang belum tahu, jadi kumpul dulu di depan SD tersayang alias SD Kleco 2. Aku berangkat sama ayu a.k.a pip. My best buddy. Baru sampe depan SD, melihat temen-temen aja aku udah pengen ketawa sendiri. Ga nyangka bisa ketemu. Eh tapi malah beberapa temen cowok ga ngenalin aku. Huhuhu, ga jadi ketawa deh.
Sampai di sana lalu ketemu temen-temen yang sudah di sana, kehebohan masih berlanjut.
Setelah sholat, maem, dan ngobrol ngalor ngidul, bukannya pulang tapi kami lanjut ke venue berikutnya, yaitu di hik depan SD. Huahahaha... walaupun ada yang udah pulang duluan dan ga ikut, tapi tetep seru..
Nah, karena ada beberapa temen yang ga bisa ikut karena belum balik ke Solo, akhirnya reuni ini berlanjut lagi habis lebaran. An this is it, chapter 2, @ Pondok Jowi.
Yang datang pas buber ada yang datang lagi ada juga yang ga bida datang karena masih mudik. But the show must go on.
Ki-ka: me, Ima, Pip
Dari sore sampai habis isya, kami masih tetep aja asyik ngobrol. Padahal makanan udah habis dan udah dibayar pula. Atas dasar ewuh pekewuh karena kelamaan, akhirnya kami cari tempat buat ngobrol lagi. Hahahaha. Padahal di luar hujan lumayan deres. Dan kebanyakan naik motor. Tapi apa sih yang enggak buat temen-temen? Akhirnya kami menerobos hujan di malam hari buat pindah tempat. Eh eh, ini beneran lho. Hujan pun kami tempuh. Ceilehh.
Akhirnya sampai juga di tempat berikutnya. Di salah satu coffee shop di manahan biar ga terlalu jauh dari tempat pertama. Eh sebelumnya malah mau ke mall, berhubung salah seorang teman ga bisa bebas bepergian dengan baju tidak resminya, akhirnya pilihan aman ke coffee shop aja.
Lalu lanjut ngobrol lagi. Berbagi kabar, bebagi informasi. Semua berbaur jadi satu. Yang aku seneng dari pertemuan ini, setelah sekian lama kami ga berkomunikasi sama sekali, eh sekalinya ketemu langsung bisa akrab lagi kayak dulu. Kayak tiap hari udah biasa ketemu aja.
Well, it’s really nice to know them as my friends. Knowing that my friends are no longer little boy or girl, they’re grown up, mature, and it’s kinda funny when you used to see them as a child, now you have to see them as a woman or a man.